Suatu ketika di suatu malam yang penuh bintang. Saya duduk sendiri di sebuah cafe kecil di tengah kota. Saya sengaja memilih meja di luar ruangan, yang letaknya di halaman cafe, diatas rumput hijau sintetis yang membuat saya merasa nyaman dengan kehijauannya.
Karna cafe ini memang sering ramai, maka tak heran jika pemilik cafe membuat jarak antar meja satu dengan yang lain tidak begitu jauh. Seperti meja yang kursinya tengah saya duduki ini berdekatan dengan meja sebuah keluarga kecil yang sedang asik berbincang sambil menunggu makanan mereka dihidangkan pelayan cafe. Awalnya sih saya sama sekali tidak bermaksud menguping. Hanya saja karna saat itu saya sedang sendirian dan tidak ada teman bicara, sehingga saya seperti melamun, maka tidak heran jika pembicaraan mereka terdengar. Bukan pembicaraan yang terlalu penting bagi saya untuk saya dengarkan. Karna itu pembicaraan sepasang suami istri yang sepertinya sedang galau memikirkan kehidupan masa depan keluarga mereka. Namun yang membuat saya tertarik mendengarkan lebih jauh adalah ketika sang suami berkata "Mah, papah dapat tawaran mutasi kerja di luar provinsi. Kalo papah tertarik dan bersedia ikut, maka nanti akan di fasilitasi rumah, kendaraan, dan segala fasilitas lainnya. Bahkan gaji juga jauh lebih besar ketimbang sekarang. Menurutmu gimana mah?".
Search This Blog
Showing posts with label Seandainya. Show all posts
Showing posts with label Seandainya. Show all posts
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Entah ini kisah nyata atau bukan. Saya mendapatkan cerpen ini dari Milist di kantor tempat saya bekerja. Saya juga lupa siapa pengirim dan p...
-
Cerita ini bukan yang sebenarnya. Tapi diambil dari banyaknya kisah nyata yang terjadi. Simak dan ambil hikmahnya, buang buruknya. Br...
-
Judul: Pernikahanku (Failed Revenge) Status: Cerpen Langsung Tamat Gendre: Drama Keluarga Jenis: Fiksi






