Search This Blog

Buku harian miriam (Day 1/ 20 Feb'26)

Ini hari pertamaku menulis semua keseharianku. Entah penting atau tidak, semua kutulis disini. Aku memiliki empat anak. Lisa, Isabel, Rio, dan Nakula.
Mereka anak-anak yang manis dan Alhamdulillah berperilaku baik. Hari ini tidak ada yang spesial. Hanya saja kesulitan ekonomi ini begitu menyesakkan dada. 
Ini puasa Ramadhan hari ketiga bagi kami. Namun tidak ada yang spesial, yang ada kesedihan karena tak punya uang sepeserpun untuk berbuka atau sahur nanti. 
Tapi kami masih lebih beruntung karena tinggal menumpang dengan Ibuku. Beliau memberi Rio dan Nakula makanan berbuka, sementara Lisa yang sedang berhalangan puasa tidak makan apa-apa bahkan sejak sahur. Isabel Alhamdulillah punya uang jajannya sendiri. Sehingga Ia bisa membeli makan bagi dirinya sendiri. Itu Ia dapatkan dari aplikasi short movie. Yang kalau menyelesaikan tugas, bisa dapat beberapa rupiah. 
Sedangkan aku dan suamiku. Makan kurma pemberian nenek. 

Alhamdulillahnya lagi masih ada makanan sisa sahur pagi tadi yang kami makan berdua. Hari inipun terlewati. Bisa makan meski sangat terbatas. 

Misteri Payung Merah

Malam itu hujan turun dengan derasnya. Masayu pulang dari kantornya menggunakan ojek online seperti biasa. Karena Ia belum berani mengendarai motor seperti teman-temannya. Saat mulai memasuki gang rumahnya, Ia melihat dari kejauhan sosok yang tak asing baginya. Siluetnya persis seperti Clara sahabatnya. Berdiri di bawah sinar lampu tiang listrik dalam gang sempit itu. Menggunakan payung merah terang sehingga menciptakan sosok yang terlihat menonjol dari kejauhan. Kulitnya yang putihpun menambah terang sosok itu. 

Sinopsis dan Review Film Shutter

Jadi tadi tuh waktunya QTime sama PakSu dan anak gadisku. Rencananya sih emang mau nonton dan makan aja. Kebetulan anak gadisku ini fave banget sama film horror. Pas banget momennya lagi tayang film shutter yang diperankan oleh Vino G. Bastian dan Anya Geraldine.

Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) Bab 16. Ikhtiar Kesehatan Sarah

Bab 16. Ikhtiar Kesehatan Sarah

Gendre: Drama Rumah Tangga

Para orangtua yang menjemput kami nampak terlihat wajah muramnya. Ada apa gerangan? Mengapa mereka seperti mengkhawatirkan sesuatu? 

Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) Bab 15. Bulan Madu Penuh Tanya

Bab 15. Bulan Madu Penuh Tanya

Gendre: Drama Rumah Tangga

Jenis: Fiksi

Sudah satu minggu sejak kami menikah. Tapi kami memutuskan untuk tidak dulu serumah karena harus focus merawat Mba Sarah yang semakin hari semakin memburuk kondisinya. Dia sudah berjanji pada kami untuk mengikhlaskan rahimnya diangkat demi kesehatannya. 

Ikhtiar ( Berusaha dan Berdoa) Bab 14. Akhirnya Menikah

Bab 14. Akhirnya Menikah
Gendre: Drama Rumah Tangga
Jenis: Fiksi

Akhirnya persiapan telah matang. Pernikahan akan segera digelar. Meski tidak mengadakan pesta, namun acara yang dimaksud hanya selamatan seperti keinginan Mayang, justru sangat berbeda dengan apa yang dipikirkan Sarah. Acara berlangsung di kediaman Mayang. Namun segala urusan acara hanya Sarah yang sibuk mempersiapkan. Itu karena memang Ia sendiri yang menginginkannya. Sarah tidak ingin ada yang ikut campur dalam hal memilih vendor acara walaupun hanya selamatan biasa.

Tersiksa dalam diam

Judul: Tersiksa Dalam Diam 

Status: Selesai
Gendre: Drama Rumah Tangga

Ini adalah kisah rumah tanggaku. Mungkin saja relate dengan sebagian rumah tangga lainnya. Terlebih lagi yang masih tinggal menumpang dengan orangtua. Sebut saja namaku Mirna. Sudah tiga puluh tahun lamanya aku berumah tangga dengan suamiku bernama Irwan. Kami bahagia seharusnya.

Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) Bab 13. Terpaksa

Judul: Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) 

Bab 13 Terpaksa
Status: On Going
Gendre: Drama Rumah Tangga

Sarah meminta izin pulang kepada Dokternya di Rumah Sakit. Ia lebih memilih perawatan di rumah. Meski sudah berbagai cara Nizam lakukan agar Ia mau melakukan operasi pengangkatan rahim, namun Sarah tidak bergeming dengan pendiriannya. Iapun pulang masih dengan membawa sifat keras kepalanya.

Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) Bab 12. Semakin mencintainya

Judul: Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) 

Bab 12 Semakin Mencintainya
Status: On Going
Gendre: Drama Rumah Tangga

Rumah besar ini dengan hanya beberapa orang di dalamnya, terasa begitu sunyi dan sepi. Mungkin itulah sebabnya mengapa mereka sangat ingin memiliki anak-anak. Suara tawa canda tangis anak-anak pasti akan sangat mampu memecah kesunyian di kediaman yang begitu megah ini. Mayang memandang ke sekeliling rumah. Ia yang telah selesai mandi dan telah mengenakan piyama tidur yang disiapkan Bi Asih pergi ke dapur demi mengambil segelas air dari dalam kulkas.

Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) Bab 11 Kenyataan 2

Judul: Ikhtiar (Berusaha dan Berdoa) 

Bab 11 Kenyataan 2
Status: On Going
Gendre: Drama Rumah Tangga

Aku berusaha mencari tahu ada apa sebenarnya di Rumah ini. Siapa gerangan yang tengah sakit dan membuat Nizam panik. Aku tidak tahu kenapa tadi Nizam berkata bahwa Sarah seolah sedang sibuk di luar. Tapi yang kudengar dari Bi Asih katanya yang sakit itu justru Sarah.


Belanja Produk Bermutu dan Berkelas 100% Original dari Official Store.