Search This Blog

Misteri Payung Merah

Malam itu hujan turun dengan derasnya. Masayu pulang dari kantornya menggunakan ojek online seperti biasa. Karena Ia belum berani mengendarai motor seperti teman-temannya. Saat mulai memasuki gang rumahnya, Ia melihat dari kejauhan sosok yang tak asing baginya. Siluetnya persis seperti Clara sahabatnya. Berdiri di bawah sinar lampu tiang listrik dalam gang sempit itu. Menggunakan payung merah terang sehingga menciptakan sosok yang terlihat menonjol dari kejauhan. Kulitnya yang putihpun menambah terang sosok itu. 

Dari jauh Masayu melambaikan tangan. Memanggil nama Sahabatnya itu. "Ra, lu ngapain ujan-ujan payungan di situ? Kenapa gak masuk aja sih? Kan lu tau kunci kos gue dimana. Biasanya juga ambil aja."

Clara tersenyum lebar. Tanpa mengucapkan apapun. Masayu merangsek mensejajarkan diri dengan Clara dibawah payungnya. Yang kebetulan saat itu Ia tak membawa payung. Tubuhnya yang setengah basah karna kehujanan sejak separuh perjalanan tadi di atas ojek motor, membuatnya sedikit menggigil kedinginan.

Merekapun masuk ke dalam kamar Kos Masayu. Di dalam, Masayu yang kehabisan bahan makanan terlihat bingung ingin menyuguhkan apa kepada Clara. Akhirnya Iapun memutuskan ke mini market depan gang untuk membeli sekedar cemilan dan minuman. Karena hujan, Ia tak mengajak Clara. Maka Iapun pergi menggunakan payung merah milik Clara.

"Ra, gue ke Indomart dulu ya. Lu disini aja. Gue pake payung loe."

Clara lagi-lagi tersenyum, namun kali ini mengangguk pelan. Masayu bergegas membuka payung merah milik Clara kemudian pergi menuju mini market. Setibanya di mini market, Ia terkejut melihat sosok yang berdiri di depan show case minuman dingin. Ingin tak percaya. Namun Ia tak buta. Bisa dengan jelas melihatnya. Terjadilah perbincangan yang sedikit kurang nyambung antara Masayu dan sosok di depan show case minuman mini market yang ternyata adalah Clara.

"Lah Ra. Kan gue bilang gak usah ikut. Koq tau-tau lu sampe sini duluan? Dih, mana basah. Kenapa gak pake payung gue sih."

"Lah elu Yu, udah di sini aja. Barusan banget ini gue telepon lu ga diangkat-angkat. Gue baru sampe sini barusan naik ojek. Karna ujan jadi gue minta stop di sini buat neduh sambil telepon lu minta jemput sekalian bawa payung. Untung gak basah-basah banget gue."

Masayu terbengong. Menatap tajam ke arah sosok Clara dihadapannya. Jelas-jelas ini benar-benar terlihat Clara. Dengan pakaian yang jauh berbeda dengan Clara yang sedang menunggunya di kamar Kos. 

"Lu kenapa sih? Koq malah bengong? Udah belum belanjanya? Ayo ke kosan lu. Bawa payung kan lu?". Cerocos Clara.

Masayu makin melotot dan mendadak lari terbirit-birit sekencang-kencangnya menuju kosannya dengan meninggalkan Sosok Clara yang masih bingung dengan tingkahnya.

"Lah, Yuuuu...... koq gue ditinggal. Tungguiiiin. Ih ni anak kenapa sih?"

"BRAKKK...." Masayu mendobrak pintu kamar kos yang tidak berhasil terbuka. Ternyata kamar kosnya masih dalam keadaan terkunci. Kemudian dengan sibuk dan sedikit brutal Ia mengaduk-aduk pot tanaman tempat dimana biasanya dia menyembunyikan kunci kamar kosnya. 

Ada, kuncinya masih tergeletak disitu. Namun dengan kondisi yang aneh. Kunci itu berlumuran darah. Masayu terkesiap, kaget dan serta merta membuang kunci dari tangannya. Clara yang menyusul berlari di belakangnya tadi, sangat terkejut melihat tingkah Masayu. Sambil terus berpayungan Ia bertanya kepada Masayu. Ada apa sebenarnya. Kenapa sahabatnya itu bertingkah aneh sejak tadi.

"Ra, sumpah gue bingung. Tadi elu udah di kamar kos gue. Pake baju merah maroon Ra. Rambut lu juga tumben gak lu kuncir. Lu nungguin gue dari tadi di bawah tiang listrik itu. Terus kita masuk sama-sama ke dalam kamar kos gue. Tadi itu elu Ra, sumpah gue gak bohong." Jelas Masayu panik.

"Ih kenapa sih lu? Aneh banget. Gue aja baru dateng. Segitu kangennya ama gue lu sampe halu begitu?" Ucap Clara sambil nyengir.

"Deemi Ra, sumpah tadi itu elu pake baju merah maroon. Ini nih ini. Payung ini, payung yang lu bawa tadi Ra. Lu tau kan gue gak punya payung lain selain payung motif Doraemon."

Dengan serta merta, Clara membanting payung itu karena ketakutan menanggapi ucapan Masayu.

"Dia ada di dalem Ra. Sumpah beneran. Ayo kita buka. Tapiii.... itu kuncinya kenapa ya. Koq kotor banget gitu Ra. Please Ra lu yang buka pintunya. Gue takut Ra."

Dengan gemetar, Clara memungut kunci itu. Mereka perlahan mendekat ke pintu kamar kos Masayu. Pelan-pelan membuka pintu kos.

Tiba-tiba......

"Lama banget sih Kaaa....." Ujar sosok perempuan berwajah persis Clara yang mengenakan baju tunik merah maroon itu. 

Masayu seketika melompat ke balik badan Clara. "Tuh bener kan gue gak bohong. Sambil mengintip dari balik bahu Clara."

"Hhhh.... gue pikir bakalan setan yang nongol. Gak taunya dia. Kenalin Yu, ini Laras. Adik gue yang sekolah di Ausy 3 tahun ini. Dia baru balik dan tadi gue kasih alamat lu biar dia ke sini nugguin gue. Tadinya gue mau telepon lu info soal dia. Eeeh lu nongol duluan di indo mart." Jelas Clara sambil tertawa.

"Sialan lu berdua. Sumpah gue kaget. Bisa banget loe adek kakak semirip anak kembar gini."

"Hihih, aku iseng ngerjain Kak Ayu. Abisan baru ketemu langsung manggil Ra. Lah SKSD banget ni orang. Tapi karena aku udah dikasih tau Kakak soal Kak Ayu. Jadi aku iyahin aja deh. Kamar kos kan tadi Kak Ayu yang nyuruh kunci aja takut ada orang iseng. Ya udah aku kunci, cabut kuncinya deh." Jelas Laras sambil terkekeh.

Rupanya di kunci itu bukanlah darah melainkan karat karena sudah lama tergeletak di pot tanaman yang tanahnya sering basah karna hujan.

"Eh tapi sumpah, tadi aku gak bawa payung lho. Lihat sendiri nih pakaianku setengah basah. Itu payung merah dari mana? Katanya cuma punya payung Doraemon."

Demikianlah kisah horror hari ini. Semoga terhibur. Nantikan tulisanku selanjutnya ya. Heheh.... Bye

Kenalan yuk sama aku:. Heheh: Me in video 



No comments:


Belanja Produk Bermutu dan Berkelas 100% Original dari Official Store.